Cemes menggila :)

Cemes menggila :)
habis gamtek...photo2 ahh

Jumat, 25 November 2011

Prospek kerja untuk Teknik mesin

Salahsatu tenaga kerja yang banyak dibutuhkan dalam industrialisasi global adalah tenaga kerja pada bidang teknik, baik tenaga kerja tingkat menengah maupun ahli. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Perguruan Tinggi (PT) sebagai bagian dari lembaga pendidikan yang mempersiapkan Sumberdaya Manusia (SDM) yang unggul, dituntut mampu mempersiapkan lulusannya dalam memenuhi kebutuhan dunia kerja di era industrialisasi maupun di era mendatang.
 
Dengan berbagai tuntutan perkembangan global yang terjadi, maka SMK dan PT jurusan teknik mesin diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang produktif, kreatif, profesional, mampu berkompetisi dan mampu mengembangkan diri guna mengisi kebutuhan tenaga kerja di berbagai industri seperti industri perakitan otomotif, transportasi, pengolahan produk logam, produksi plastik hingga pengolahan makanan. Sebagai lulusan SMK dan PT yang siap kerja dan siap berkompetisi tentunya juga perlu menguasai teknologi informasi (TI) yang handal. Penguasaan ini diperlukan mengingat hampir sebagian besar perusahaan saat ini telah menggunakan teknologi informasi sebagai sarana penunjang aktifitasnaya. Contohnya adalah penggunaan internet untuk komunikasi bisnis, riset bisnis, pengembangan jaringan pemasaran online, perekrutan tenaga kerja hingga layanan online untuk publik.
 
SMK dan PT sebagai lembaga yang menyiapkan tenaga kerja tentunya harus mengikuti perkembangan TI dan berusaha mengantisispasi dampak maupun konsekuaensi yang ditimbulkannya. Salahsatunya adalah kebutuhan tenaga kerja profesional yang melek TI, terutama aplikasi internet. Oleh karena itu SMK dan PT haruslah mampu memberikan suasana dan fasilitas yang kondusif untuk pembelajaran internet bagi anak didiknya sehingga diharapkan lulusan SMK dan PT mampu menguasai aplikasi internet sesuai dengan bidang yang ditekuni.

Pemanfaatan internet untuk berbagai keperluan kini sudah mulai meningkat di Indonesia. Hal ini terbukti, pengguna internet di Indonesia sejak tahun 1998 hingga 2004 meningkat hingga 67,79 % tiap tahunnya. Penggunaan internet antara lain sebagai sarana komunikasi (email dan chatting), pencarian informasi, riset, membaca berita online, mencari dan mengcopy (download) software untuk berbagai keperluan (Kedaulatan Rakyat, 10 Maret 2005).
 
Jumlah pencari kerja di Indonesia tiap tahunnya cenderung meningkat. Berdasarkan data pencari kerja di Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, jumlah pencari kerja pada tahun 2002 sejumlah 324.810 orang, meningkat menjadi 425.255 orang pada tahun 2003. jumlah pencari kerja yang tinggi terkonsentrasi pada propinsi NTT (201.610 orang), Jawa Timur (53.666 orang), dan Jawa Tengah (43.026 orang). Ironisnya sebagian besar pengangguran yang sedang mencari kerja tersebut justru lulusan SLTA (295.110 orang) dan Perguruan Tinggi/Sarjana (49.073 orang). Sedangkan jumlah pencari kerja yang dapat ditempatkan hanya sekitar 14,66 % dari total pencari kerja yang terdaftar. Sebagian besar pencari kerja tersebut ditempatkan pada perusahaan jasa sebesar 9,25 %, dan industri pengolahan sebesar 2,87 % (www.nakertrans.go.id/pusdatinnaker/bursa)
 
Kondisi ketenagakerjaan di Indonesia menunjukkan bahwa penyerapan tenaga kerja pada berbagai lapangan kerja masih rendah. Bila kondisi ini dibiarkan, akan berdampak pada angka pengangguran yang makin membengkak. Oleh karenanya lapangan kerja yang memiliki potensi penyerapan tenaga kerja yang besar seperti perusahaan sektor jasa dan industri pengolahan ataupun sektor lainnya perlu ditumbuh-kembangkan dengan harapan dapat membuka peluang kerja yang lebih banyak terutama peluang kerja bagi lulusan teknik mesin.

Untuk mendukung upaya optimalisasi peluang kerja tersebut, maka pemetaan peluang kerja bagi lulusan teknik mesin sangat penting dan mendesak untuk dilaksanakan. Informasi dari pemetaan peluang kerja bagi lulusan teknik mesin diharapkan menjadi sumbangan bagi kebijakan pemerintah dalam hal menangani pengangguran, peningkatan mutu pendidikan, maupun peningkatan Pemanfaatan internet untuk berbagai keperluan kini sudah mulai meningkat di Indonesia. Hal ini terbukti, pengguna internet di Indonesia sejak tahun 1998 hingga 2004 meningkat hingga 67,79 % tiap tahunnya. Penggunaan internet antara lain sebagai sarana komunikasi (email dan chatting), pencarian informasi, riset, membaca berita online, mencari dan mengcopy (download) software untuk berbagai keperluan (Kedaulatan Rakyat, 10 Maret 2005).
Jumlah pencari kerja di Indonesia tiap tahunnya cenderung meningkat. Berdasarkan data pencari kerja di Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, jumlah pencari kerja pada tahun 2002 sejumlah 324.810 orang, meningkat menjadi 425.255 orang pada tahun 2003. jumlah pencari kerja yang tinggi terkonsentrasi pada propinsi NTT (201.610 orang), Jawa Timur (53.666 orang), dan Jawa Tengah (43.026 orang). Ironisnya sebagian besar pengangguran yang sedang mencari kerja tersebut justru lulusan SLTA (295.110 orang) dan Perguruan Tinggi/Sarjana (49.073 orang). Sedangkan jumlah pencari kerja yang dapat ditempatkan hanya sekitar 14,66 % dari total pencari kerja yang terdaftar. Sebagian besar pencari kerja tersebut ditempatkan pada perusahaan jasa sebesar 9,25 %, dan industri pengolahan sebesar 2,87 % (www.nakertrans.go.id/pusdatinnaker/bursa)
Kondisi ketenagakerjaan di Indonesia menunjukkan bahwa penyerapan tenaga kerja pada berbagai lapangan kerja masih rendah. Bila kondisi ini dibiarkan, akan berdampak pada angka pengangguran yang makin membengkak. Oleh karenanya lapangan kerja yang memiliki potensi penyerapan tenaga kerja yang besar seperti perusahaan sektor jasa dan industri pengolahan ataupun sektor lainnya perlu ditumbuh-kembangkan dengan harapan dapat membuka peluang kerja yang lebih banyak terutama peluang kerja bagi lulusan teknik mesin.
Untuk mendukung upaya optimalisasi peluang kerja tersebut, maka pemetaan peluang kerja bagi lulusan teknik mesin sangat penting dan mendesak untuk dilaksanakan. Informasi dari pemetaan peluang kerja bagi lulusan teknik mesin diharapkan menjadi sumbangan bagi kebijakan pemerintah dalam hal menangani pengangguran, peningkatan mutu pendidikan, maupun peningkatan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar